Kau adalah Waktu yang Engkau Habiskan
Bismillahir rahmanir rahiim….!!!
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Kau adalah waktu yang engkau habiskan.
Masih terkait dengan Ust. Felix Y. Siauw, dalam video yang pernah saya liat berulang-ulang-karena saking menginspirasinya-saya dapatkan kalimat yang membuat saya bergairah memenuhi hari-hari saya dengan sesuatu yang bermanfaat. Karena, kita adalah waktu yang telah kita habiskan.
Ukuran kita ditentukan dengan penggunaan waktu yang kita lakukan. Seseorang dapat dikenal berdasarkan apa yang dia lakukan disebagian besar waktunya Aktivitas apa yang paling dominan dilakukannya, maka dengan indikator itu kita dapat menilai seseorang. Sungguh mudah.
Jika memang demikian adanya, maka secara garis besar buat kita hanya ada pilihan, menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya untuk taat kepada Allah SWT atau menghabiskan waktu kita dengan perbuatan, aktivitas yang sia-sia, tidak berpahala baik, atau malah mengisinya dengan sesuatu yang membawa murka Allah SWT.
Jika saat ini waktu kita lebih banyak digunakan untuk di tempat kuliah, maka akan sangat mudah menebak diri kita, kalau bukan mahasiswa, dosen, atau bisa saja pegawai di sebuah universitas. Jika sebagian besar kita banyak di sawah, maka akan sangat mudah melekatkan nama buat kita, petani. Jika waktu kita lebih banyak digunakan untuk main game, maka sebutan sebagai pencandu game bisa dilekatkan bagi diri kita.
Selain mampu melekatkan nama atau profesi tertentu untuk penggunaan waktu kita yang paling dominan, ini juga akan sangat berguna untuk meramalkan masa depan kita. Penggunaan waktu kita yang paling dominan untuk saat ini, maka akan sangat menentukan akan menjadi apa kita ke depannya. Jika saat ini, sebagian besar waktu kita digunakan untuk menulis maka bisa ditebak bahwa masa depan kita adalah seorang penulis. Jika sebagian besar waktu kita digunakan untuk berdakwah, maka saya ingin mengatakan bahwa tidak ada yang pantas buat kita kecuali semoga menjadi orang-orang yang menolong agama Allah SWT. Walaupun, sebenarnya ‘pendakwah’ atau da’i itu bukanlah sebuah profesi atau bayangan masa depan buat kita. Karena sungguh, tiap diri kita (mu’min) diwajibkan untuk menyebarluaskan agama ini, Islam. Walaupun itu satu ayat.
Jika, hari ini kita melihat banyak pemuda yang menghabiskan waktu luangnya di jalanan, maka dapat kita tebak masa depan dan masa lalunya. Jika hari ini kita takjub terhadap seseorang, entah itu artis atau olahragawan maka tentu kita dapat menebak masa lalunya. Seorang yang tekun dengan pilihan hidupnya, kemudian hidup dengan pilihan hidupnya itu sehingga kita bisa melihat eksistensinya saat ini.
Maka, sangat tepat kata-kata Hasan al Bashri “Wahai anak Adam! Kalian tidak lain hanyalah kumpulan hari, setiap satu hari berlalu maka sebagian dari diri kalian pun ikut pergi.”
Kita sesungguhnya adalah kumpulan hari-hari kita. Maka gunakanlah hari-hari kita untuk taat karena hanya ada dua muara besar buat aktivitas kita. Bermuara ke jalan kebaikan atau bermuara kepada jalan keburukan, maksiat.