Kopi Arabika, Jenis Kopi Toraja yang Terkenal Menurut Situs SehatQ

jenis kopi toraja

Jika ada yang bertanya kopi Toraja jenis kopi apa? Atau jenis kopi Toraja yang enak apa? Maka untuk menemukan jawabannya, anda berada tulisan, artikel yang tepat.

Artikel ini akan mengulas mengenai kopi Toraja. Mengutip dari situs SehatQ, kopi Toraja termasuk salah satu dari sekian kopi lokal Indonesia yang dikenal dunia.

Mengenal Kopi Toraja

Toraja merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan. Selain terkenal karena daya tarik destinasi wisata budaya, Toraja juga dikenal karena keistimewaan dan keunggulan kopi yang dihasilkan.

Di mata dunia, kopi Toraja termasuk jenis kopi yang paling disukai dan digemari. Bahkan kopi Toraja memiliki julukan sebagai Queen of Coffee.

Ini tentu tanpa alasan. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2012 dilakukan acara Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial di Surabaya.

Acara ini menghadirkan berbagai macam jenis kopi lokal Indonesia. Dan kopi Toraja, yakni Kopi Toraja Sapan keluar sebagai jenis kopi dengan nilai cupping paling tinggi.

Hasil ini membuat kopi Toraja Sapan selanjutkan diikutsertakan dalam berbagai promosi event Internasional, seperti di acara World of Coffee di RAI Amsterdam, Belanda pada tahun 2018.

Kopi Toraja Sapan termasuk jenis kopi Arabika dan termasuk pada daftar single origin kopi terbaik Indonesia. Sapan adalah salah satu nama desa yang ada di Toraja Utara.

Negara-negara seperti Jepang, AS, dan beberapa negara Eropa sangat menyukai kopi Toraja.

Salah satu karakteristik kopi Toraja menurut para penikmat kopi di negara-negara tersebut adalah rasa manis di mulut (fruity), gurih, dan rasa yang bersahaja (earthy).

Selain itu teksturnya lembut dan tingkat keasaman mirip jeruk dan markisa.

Cara Meminimalisir Kecanduan Kopi

Telah disebutkan di atas bahwa jenis kopi Toraja terbaik dan paling terkenal adalah jenis kopi Arabika. Kopi Arabika dikenal sebagai jenis kopi yang memiliki kandungan kafein lebih rendah dibandingkan jenis kopi Robusta.

Kandungan kafein dalam kopi selain memiliki manfaat, namun juga memberikan efek kecanduan. Kecanduan kopi memang tidak baik.

Oleh karena itu, meskipun menikmati secangkir kopi, apalagi itu adalah kopi terbaik di dunia, perlu upaya hati-hati agar tidak membahayakan kesehatan.

Berikut ini beberapa meminimalisir kecanduan kopi yang disarikan dari berbagai artikel kesehatan.

1. Ketahui Kadar Kandungan Kafein Kopi

Tiap jenis kopi memiliki kandungan kafein yang berbeda. Untuk jenis kopi Arabika, biasanya memiliki kandungan kafein 1,2 persen.

Selain dari jenis kopi, kandungan kafein akan berbeda berdasar jenis minuman kopi. Kopi-kopi instan yang umum dijual dan mudah didapatkan di pasaran memiliki kandungan kafein lebih rendah, jika dibandingkan dengan kopi latte, cappucino, ataupun espresso.

2. Olahraga

Salah satu efek kafein bagi tubuh adalah membuat seseorang lebih fokus sehingga konsentrasi bekerja atau beraktivitas lebih baik.

Namun ada cara lain untuk menjaga atau memperpanjang daya konsentrasi selama bekerja yakni rutin berolahraga.

Artinya, agar tidak terlalu tergantung pada efek kafein untuk menjaga konsentrasi, berolahraga secara rutin menjadi pilihan yang sangat baik.

Berolahraga memiliki manfaat bagi kesehatan karena dapat merangsang ekskresi hormon endorpin. Hormon ini memiliki efek yang membuat seseorang merasa senang.

Baca juga: Arti moodbooster

3. Ketahui Tanda dan Gejala Kecanduan Kopi

Tubuh yang terbiasa dengan asupan kafein, jika dalam sehari tidak menerima jatah kafein maka seolah tubuh meminta untuk dipenuhi.

Kebutuhan untuk dipenuhi inilah yang kadang menimbulkan tanda atau gejala tertentu.

Simak juga: 4 Alasan Wajib Menggunakan Fitur Chat Dokter di SehatQ.com

Beberapa tanda dan gejala yang biasa muncul sebagai akibat dari kecanduan kopi, diantaranya sakit kepala, pusing, sulit tidur, ganggung mood, lemas, ataupun uring-uringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *