Kaidah Kausalitas dalam Perjuangan
Membahas tentang kaidah kausalitas dengan cara menghubungkan antara ilmu Allah, Lauhul Mahfuhz, Iradah atau Kehendak Allah SWT adalah sesuatu yang tidak saling berhubungan.
Hal ini dikarenakan ilmu Allah, Lauhul Mahfudz, Iradah Allah adalah sesuatu yang tidak diketahui tentang hakikatnya (majhul). Walaupun ketiganya memang benar adanya.
Disaat manusia mengaitkan ketiganya dengan kaidah kausalitas kemudian tidak mau bergerak mengubah keadaannya karena berpatokan dengan hal ini, maka ini disebut dengan fatalisme.
Rasulullah Muhammad SAW tahu bahwa apa yang akan dibawanya akan dimenangkan oleh Allah SWT, namun Rasulullah SAW tidak terima jadi. Tidak berjuang dan bersungguh-sungguh untuk mengubah cara pandang jahiliyah di tengah-tengah masyarakat makkah pada waktu itu menjadi cara pandang Islam.
Berangkat dari ini, maka tidak akan ada cerita kesuksesan tanpa diiringi dengan perjuangan berdarah-darah. Tiada masa kepahlawanan tanpa melewati masa tersungkur jatuh dan jauh ke bawah.
Kejayaan ummat Islam di masa mendatang tidak akan pernah dicapai tanpa kerja keras yang setimpal dengan seberapa besar usaha yang kita lakukan hari ini.
Memang benar, Allah SWT telah menjanjikan (kemenangan ummat Islam) dan telah ada bisyarah dari Rasulullah Muhammad SAW, tetapi disaat kita mengambil sikap hanya sebatas menunggu saja, lemah dalam perjuangan atau menggadaikan tujuan mulia ini dengan kepentingan duniawi maka dapat dipastikan kemenangan itu akan semakin jauh dan lama. Kemuliaan ummat Islam hanya akan terjadi jika kita mengikuti bagaimana Rasulullah SAW menyebarkan Islam. Mengikuti thariqah atau metode da’wah yang ditelah dicontohkan dan digariskan oleh Rasulullah SAW.
Putus asa disertai sikap fatalis, berpasrah diri tanpa usaha, menyerah kepada realitas keburukan adalah tanda atau signal. Tanda lemahnya iman, signal hilangnya kepercayaan pada kemampuan diri dan janji Allah SWT, dan kegagalan dalam mengartikan dan mengerjakan kaidah-kaidah kausalitas (sebab akibat) dalam mencapai keberhasilan dakwah.