Bertakwa Dimana Saja dan Kapan Saja

Bertakwa Dimana Saja dan Kapan Saja
Takwa adalah tingkatan keimanan dalam Islam yang tinggi. Predikat ini banyak diimpikan oleh mereka yang berikrar Tuhan satu, Allah SWT dan i’ttiba kepada Rasulullah Muhammad SAW. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal untuk perjalanan menuju akhirat.
Ketakwaan itu tidak terdapat di masjid saja. Ketakwaan itu tidak mengkhusus pada satu atau beberapa tempat saja. Takwa itu bukan tersudut di tempat-tempat ibadah saja. Ketakwaan hendaknya ada dimana kaki berpijak.
Ketakwaan tidak diukur ketikan banyaknya manusia. Ketakwaan tidak hanya ada di saat berada di kerumunan orang-orang alim, ulama, ustadz, atau dengan para pengemban dakwah. Namun, takwa harus tetap tertanam dan terhujam dalam diri meski berada dalam kesendirian.
Boleh jadi kita masih malu maksiat karena berada dalam kerumunan manusia. Itu wajar. Malu. Namun, ada beberapa pengkategorian malu dalam bermaksiat. Malu kepada diri sendiri jikalau bermaksiat, malau kepada sesama manusia karena maksiat, dan malu bermaksiat karena Allah SWT senantiasa mengetahui dan mencatat segala amal manusia. Malu bermaksiat karena merasakan kehadiran Allah SWT adalah manusia yang terjaga dan berusaha menjaga diri.
Kadar ketakwaan tidak boleh pudar karena permasalahan tempat. Berubah-ubah karena berubahnya tempat. Itu normal jika masih awal. Tapi, mari berusaha bertakwa dimana saja.
Di masjid kadar keimanan bisa meningkat karena ketaatan yang dilakukan dengan melaksanakan perintah wajib atau anjuran sunnah. Namun, tetap pelihara takwa itu dimana saja; di pasar, di sekolah, di kampus, di kantor hingga tempat maksiat pun. Silahkan selalu bawa dan pelihara ketakwaan.
Takwa di tempat ibadah meningkatkan intensitas ibadah. Takwa di tempat umum menuntut kita untuk menjaga diri dari kemaksiatan. Takwa di tempat-tempat maksiat menguatkan azzam, pendirian untuk menyampaikan kebenaran sembari bisa mencegah kemungkaran.
Bertakwa Dimana Saja dan Kapan Saja
Bayangkan. Coba bayangkan. Jikalau takwa hanya terkhusus. Tersekat oleh beberapa tempat. Boleh jadi hari ini kita tergadai dan tertawan pada kemaksiataan. Taat pada suatu waktu dan suatu tempat, namun tanpa ragu bermaksiat dalam suatu wakitu dan suatu waktu yang berbeda.
Bertakawalah. Diri ini pun ingin belajar untuk bertakwa, karena Allah SWT menganjurkan untuk senantiasa belajar dan bergerak kepada ketakwaan yang sebenar-benarnya takwa dan jangan mati kecuali dalam keadaan Islam.
Bertakwalah dimana saja, karena Islam dan ketakwaan kita tidak hanya dibutuhkan di tempat ibadah. Pribadi-pribadi yang Islami yang lahir karena ketakwaan juga rindu dirasakan oleh orang lain. Ingin dirasakan oleh mereka yang berada jauh di orbit tempat ibadah kita. Karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Bertakwalah dimana saja, karena itu tanda laku seorang muslim sejati. Pengemban risalah Islam dan penggenggam ideologi Islam. Bertakwa secara parsial adalah jalan bagi mereka yang ingin memisahkan kehidupan dunia dengan aturan Islam. Bertakwalah dimana saja, karena jikalau tidak, berarti boleh jadi kita telah bergerak ke arah sekuler. Berdamai dengan kemaksiatan dan kepentingan nafsu.
Bertakwalah, dimana saja dan kapan saja…..