Bismillahir rahmanir rahiim…
Amalan Bulan Ramadhan: Mencari Malam Lailatul Qadr
Lailatul Qadr atau malam Qadr merupakan salah satu keutamaan yang hanya khusus terdapat di bulan suci Ramadhan. Secara khusus malam lailatul qadr dapat kita penjelasannya pada surat Al Qadr.
Berikut terjemahan dari surah Al Qadr ayat 1-5:
  1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian
  2. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
  5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar
Malam kemuliaan atau Lailatul qadr merupakan satu malam khusus yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya yang terpilih. Terpilih dalam hal ini, bukan semata-mata dipilih secara langsung tanpa hamba itu tidak berusaha atau beraktivitas untuk mendapatkannya. Namun, hamba yang mendapat kemuliaan di malam lailatul qadr merupakan hamba yang tetap melakukan kaidah kausalitas untuk mendapatkan keutamaan malam lailatul qadr.
Artinya bahwa malam lailatul qadr itu adalah milik siapa saja yang berusaha bersungguh-sungguh beramal kebaikan di malam tersebut kemudian disertai dengan keikhlasan kepada Allah SWT.
Keutamaan malam lailatul qadr sangat luar biasa. Ibadah pada malam tersebut nilainya sama dengan ibadah selama 1000 bulan diluar malam lailatul qadr. Jika dikonversi kedalam tahun, maka jumlahnya kurang lebih sama dengan 84 tahun.
Inilah keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja hamba yang mendapat keutamaan seperti ini. Dan kita semua berharap bahwa, tiap diri kita bisa melakukan kaidah kausalitas, sebab akibat, usaha-usaha untuk mendapatkan keutamaan di malam lailatul qadr tersebut.
Turunnya malam lailatul qadr yakni terjadi pada 10 malam terkahir di bulan suci Ramadhan. Di dalam banyak riwayat Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita semua untuk berusaha mencari dengan sungguh-sungguh malam lailatul qadr pada 10 malam terkahir di bulan suci Ramadhan yakni pada malam-mala ganjilnya.
Selain itu, ada amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada 10 malam terkahir di bulan suci Ramadhan yakni dengan melakukan i’tikaf di masjid-masjid.
I’tikaf dimaksudkan adalah dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT, melaksanakan amalan-amalan shalih guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa, bertaubat, bermuhasabah (evaluasi diri) adalah amalan-amalan yang bisa dilakukan pada malam tersebut.
Namun demikian, datangnya malam lailatul qadr oleh Allah SWT itu kemudian dirahasiakan. Ini guna melihat siapa yang betul-betul bersungguh-sungguh dalam hal mencari atau berusaha mendapatkan keutamaan di bulan suci Ramadhan.
Semoga, di akhir bulan Ramadhan kita tidak boleh berleha-leha, bersantai-santai, ataupun mengendorkan semangat kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Malah sebaliknya, di akhir bulan ramadhan seharusnya kita semakin meningkatkan amalan ibadah kita kepada Allah SWT. Kemuliaan dan keutamaan bulan ramadhan menanti kita di 10 malam terakhior bulan suci ramadhan. Wallahu ‘alam. [Indrawirawan]