Bismillahir rahmanir rahiim..
 
Indrawirawan – Sering diantara sela kehidupan kita menemukan bagi orang-orang yang kelihatannya sukses. Sukses melebihi kita. Sanggup menyaingi kita dalam satu hal. Mereka bertahan di saat yang lain loyo. Tentu di saat melihat realitas seperti ini, rasa takjub kita meninggi, memuncak.
Tetap Berjuang di Zona Revolusi: Penulis dan Blogger Ideologis
Memang merupakan kejadian yang lumrah. Bukan hal yang tabuh untuk diikuti. Bukan sebuah mitos yang tidak dapat digapai. Semua bisa, karena setiap dari kita punya kesempatan yang sama. Hanya menemukan dan menumbuhkan semangat. Semua orang tentu dapat melakukannya.
Namun, semua itu hanya waktulah yang akan menjawabnya. Karena tiap diri kita memang diciptakan berbeda tingkat kemauannya. Oleh Allah SWT kita pun ditakdirkan untuk menemukan pengetahuan yang berbeda. Pengetahuan yang berbeda ini tentu akan mengantarkan pada kemauan yang berbeda.
Takjub pada Blogger, Penulis Ideologis
Hari ini adalah hari sabtu. Membuka-buka layar dunia maya adalah rutinitas ku. Sebenarnya bukan hobby namun karena ada kesempatan besar untuk menikmati layanan gratis sehingga bisa jadi masuk kategori hobby.
Di saat itu ketemukan banyak link-link blog yang merupakan hasil karya dari tangan-tangan pemegang ideologi Islam. Sunnguh takjub melihat kemampuan mereka. Bukan semata takjub karena kehebatan mereka, namun ku menemukan mereka mengarahlan kemampuan mereka untuk beribadah kepada Allah SWT. Apa yang lahir dari tangan-tangan mereka, semuanya diarahkan untuk menyebarkan kebenaran Islam. Great…!!
Begitu pun, mereka mencari nafkah dari dunia maya ini dengan jalan yang makruf. Menghindari segala bentuk keraguan dengan senantiasa menggali hukum-hukum yang lahir karena berbedanya realitas yang ada. Penggunaan paypal contohnya. Mereka juga menggunakan ini, tapi saya yakin mereka menggunakannya dengan sangat baik.
Ku kembali teringat bahwa, suatu ketika terbetik dalam diri ku untuk menulis bukan untuk semata mencari sesuap nasi. Tapi, motivasi menulis, ingin ku arahkan untuk memperjuangkan agama ini. Memberikan sumbangsih tenaga untuk menggerakan roda revolusi ini melalui larikan tulisan yang mengarahkan persepsi kepada Islam.
Ini adalah hal yang paling bisa ku lakukan. Sebuah langkah yang sangat kecil jika dibandingkan langkah sistematis yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan agama yang haq ini.
Kepercayaan ku semakin meninggi di saat ku menemukan pula banyak fans page di facebook yang diadakan semata untuk menghancurkan agama ini. Mereka bekerja sangat ekstra, terbukti dengan banyaknya jumlah yang like fans page. Ku tidak tahu, berapa banyak jumlah racun-racun sesat pemikiran yang telah mereka suntikan ke tubuh ummat yang sedang kehilangan induk ini, pemimpin.
Sungguh sesuatu yang tidak boleh dibiarkan bagi siapa saja yang masih sadar. Sadar bahwa hanya kebaikanlah yang membuat bumi ini masih berputar. Karena dengannya kedamaian akan menyertai gerak masa ini. Sebuah gerak terus menerus yang nantinya kan terhenti jikalau pengadilan Tuhan dihamparkan.
Para blogger itu menunjukkan keahlian mereka dalam mengais rezeki di dunia belantara on line. Tingginya pagerank blog mereka menjadi penanda bagi ketakjubanku. Menjadikan sebuah event (JICMI) menjadi trending topic di twitter adalah contoh besarnya kemauan dan kemampuan mereka.
Hanya Allah SWT yang menilai mereka. Semesta juga telah mendaulat mereka. Mereka adalah orang yang ulung dengan bidangnya masing-masing. Mereka berkeras diri, namun tetap bekerja cerdas dan tak lupa mereka (kami, dan seharusnya kita semua) merebahkan kepada sandaran yang hakiki seraya berikhlas diri. Sungguh indah nian pribadi mereka.
Diri ini pun ingin mengikut. Ku bingkai semangat mereka lewat tulisan ini. Karena ku tahu sumber kekuatan ku ada pada sesuatu yang tertulis. Mengingat sesuatu karena mengalami kemudian menuliskannya agar tidak hilang. Ilmu ibarat hewan ternak atau hewan liar, oleh karena itu ikatlah dengan menuliskannya untuk memilikinya.
Semoga ini kembali menjadi batu loncatan bagi ku. Karena ku tahu hari ini tidak yang lebih besar untuk diperjuangkan kecuali memperjuangkan agama Allah SWT. Ku ingin menolong agamaNya. Bukan karena Dia lemah, tetapi diri inilah yang lemah. Sebagai salah satu prasyarat untuk meraih RidhaNya. Aamiin.