Bismillahir rahmanir rahiim…
Pray For Gaza Save With Khilafah and Jihad
Gaza Palestina kembali di bombardir oleh tentara Israel laknatullah. Puluhan rumah hancur dan begitu pula tidak sedikit jiwa kaum muslim kembali melayang.
Persoalan perang di Palestina sudah lama terjadi. Dimulai sejak Yahudi Israel kemudian mencaplok tanah-tanah milik warga Palestina. Tujuannya jelas, yakni kembali merebut Al Quds, Al Aqsa.
Persoalan Palestina sampai kapan pun tidak akan selesai, jika kita berharap kepada PBB. Berharap kepada Amerika dan sekutu-sekutunya, karena kita tahu bahwa Israel juga sekutu dari Amerika. Sedang dalang dari PBB tiada lain adalah Amerika. Jadi, jika kita hanya berharap kepada PBB atau tentara-tentaranya, maka harapan itu akan jauh panggang dari api.
Siapa teroris sesungguhnya?
Teroris adalah sebuah istilah yang dibuat oleh Amerika kemudian dilabelkan kepada ummat Islam. Label ini mereka gunakan bagi para pejuang agama Allah. Label teroris sengaja dibuat agar mata dunia internasional membenci ummat Islam dan berpihak kepada Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. “Kalian bersama kami atau kalian bersama teroris”, petikan pidato Bush.
Jika kata teroris dialamatkan bagi seorang atau sekelompok orang yang melakukan kejahatan luar biasa, membuat kekacauan, pembunuhan, dan meneror publik maka siapakah teroris itu sebenarnya? Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang sampai hari ini tidak pernah berhenti untuk membunuhi kaum muslim di Timur Tengah atau siapa? Siapa sebenarnya sang pembuat kekacauan yang sesungguhnya?
Hapuskan Sekat Nasionalisme, Bathil
Nasionalisme adalah paham yang sifatnya rendah. Lahir dari proses berpikir yang rendah. Mengikat manusia satu sama lain dengan ikatan yang lemah. Terikat satu sama lain karena ikatan emosional saja, tanpa dasar pemikiran yang kuat.
Bangsa penjajah setelah menjajah ummat Islam secara fisik, maka mereka melancarkan bentuk penjajahan model baru. Penjajahan non fisik atau pemikiran. Mereka menanamkan pemikiran atau paham yang rendah lagi sesat ke tubuh ummat Islam salah satunya adalah paham nasionalisme.
Paham nasionalisme inilah yang membatasi ummat Islam yang ada di Indonesia atau dimana pun juga untuk membantu muslim Palestina. Lewat mekanisme yang rumit, bagian tubuh ummat Islam yang sedang dikoyak tak mampu untuk kita tolong apalagi membela atau melawan.
Nasionalisme pulalah yang membuat kaum muslim menjadi bangsa-bangsa yang terkotak-kotak. Membawa kebanggaan jahiliyah bahwa suku, ras, atau etnis merekalah yang paling unggul. Padahal secara akidah mereka adalah Islam. Padahal paham kesukuan atau kebanggan terhadap keturunan, suku atau kabilah telah lama dihancurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian diganti dengan keutamaan takwa. Tiada bedanya antara orang Arab dan bukan orang Arab, tiada bedanya antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih. Pembedanya hanya karena ukuran takwa.
Inilah bukti bahwa Islam tidak mengenal bahkan menghancurkan paham-paham seperti ini. Paham nasionalisme inilah yang kita harus buang. Sebagaimana Rasulullah SAW juga membuangnya karena ini adalah paham jahiliyah.
Selamatkan Gaza dengan Khilafah dan Jihad
Untuk menyelamatkan Gaza kita tidak akan bisa berharap pada otoritas internasional bentukan penjajah, PBB. Mereka membentuk badan tersebut semata untuk kepentingannya. Semata untuk mengakomodir dan melanggengkan sekat-sekat nasionalisme yang seharus tidak demikian jika kita memiliki akidah Islam.
Persoalan Gaza, di Palestina tidak semata persoalan bantuan obat-obatan atau makanan. Mereka butuh lebih daripada itu, yakni keamanan. Keamanan hanya bisa diraih jika ummat Islam seluruhnya tanpa kecuali menunjukkan kekuatannya. Melakukan pertahanan atau perlawanan. Mereka telah terang-terangan memusuhi bahkan membunuhi kaum muslim, maka seyogyanya kita melakukan tindakan yang setimpal.
Kita membutuhkan persatuan dan kesatuan sebagai seorang Muslim. Dan yang bisa menyatukan kita semua hanyalah adalah institusi pemersatu ummat, yakni Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah negara Islam yang di dalamnya diatur dan mengatur warga negaranya dengan menggunakan aturan Islam. Dalam Islam, jelas bahwa kaum kafir yang menyerang atau merintangi dakwah Islam secara fisik (peperangang) maka harus dilawan dengan segala kemampuan dengan perang pula.
Jihad merupakan ibadah tertinggi dalam Islam. Jihad dimaksudkan untuk menangkal serangan kaum kafir dan menyebar luaskan Islam. Persoalan Gaza, Palestina hanya bisa diselesaikan dengan jalan ini.
Berharap kepada nasionalisme ataupun PBB merupakan jalan khayali. Wallahu ‘alam. [Indrawirawanm]