Bismillahir rahmanir rahiim…
Indonesia Milik Allah SWT
Indonesia milik Allah SWT. Bagi seorang muslim yang telah bersyahadat dengan 2 kalimat syahadat, Laa ilaha illa llah, muhammadur rasulullah. Tiada Tuhan (sesembahan) selain Allah SWT, Muhammad adalah utusan (rasul) Allah SWT, maka seluruh keyakinannya tentang dunia tentang penciptaan langit dan bumi akan disandarkan dalam satu kata bahwa yang menciptakan adalah Allah SWT.
Allah SWT adalah Tuhan yang haq, memiliki asma wa sifat dalam asmaul-husna yang jumlahnya 99 adalah Tuhan yang Maha Mencipta (khaliq). Menciptakan langit, bumi berserta apa yang ada diantara keduanya tanpa membutuhkan bantuan dari siapa pun dan dari sesuatu apa pun. 
Menciptakan langit dan bumi bukan dalam kesian-sian. Dalam penciptaannya, bukan tanpa arti namun memiliki banyak hikmah yang patut disingkap lewat penggunaan akal, proses berpikir yang merupakan karunia terbesar bagi manusia. Dengan akal, manusia akan lebih tinggi derajatnya dibanding makhluk yang selalu taat, tak pernah berbuat salah dan dosa, para malaikat. Namun sebaliknya, manusia harus rela disandarkan dan disejajarkan jauh dari derajat hewan bahkan binatang ternak jika tidak menggunakan akal dengan sebaik-baiknya untuk taat pada aturan Allah SWT.
Dalam Al Quran diceritakan bagi manusia untuk menjadi pelajaran bahwa orang-orang kafir pada zaman Rasulullah SAW pun mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah SWT. Namun, mereka dalam hal bentuk penyembahan (ilah) mereka tidak mau mengakui dan menjadikan Allah SWT yang satu dan ahad sebagai sesembahan mereka. 
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)
Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)
Indonesia Milik Allah SWT
Jika kita bertanya” Siapakah pemilik langit dan bumi?”, maka jawabnya tentu adalah Allah SWT. Termasuk jika kita persempit luasan pertanyaan kita, “Siapakah pemilik bangsa, wilayah negara Indonesia?”, maka tentu jawabnya akan sama, bahwa wilayah Indonesia adalah milik Allah SWT. Tidak ada keraguan padanya.
Jika jawaban kita bulat, bahwa Indonesia adalah milik Allah SWT maka akan ada konsekuensi logis atas pernyataan, syahadat, persaksian, dan keyakinan kita bahwa seluruh tindakan dan amalan kita harus terikat pada aturan Allah SWT. Termasuk di dalamnya adalah penerapan hukum Allah SWT dalam wilayah Indonesia.
Allah SWT adalah pencipta, mengetahui apa yang baik dan buruk bagi manusia. Menetapkan dan memberitakan tentang kebaikan, kebenaran dan keburukan, kebathilan lewat firmanNya di dalam Al Quran dan disampaikan lewat lisan ataupun tindakan yang ditunjukkan oleh utusanNya (Rasulullah Muhammad SAW). Allah SWT mencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta, selain daripada itu Allah SWT berhak menetapkan hukum, aturan untuk manusia, dalam pergaulan, berekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain ataupun makhluk atau lingkungan serta hubungan manusia dengan Allah SWT.
Islam tidak boleh disamakan dengan pandangan orang-orang yang ingin berlepas diri dari aturan Allah SWT. Mereka mengakui dan membenarkan bahwa Allah SWT adalah pencipta (khaliq) yang haq, namun mereka berlepas diri sembari membelakangi ketentuan bahwa Allah SWT juga berhak mengatur kehidupan mereka. Dalam literatur atau dalam penyebutannya, golongan orang-orang yang seperti ini disebut sebagai orang yang berpaham sekulerisme, memisahkan antara aturan agama dengan kehidupan kemudian memisahkannya pula dengan pengaturan negara.
Jika kita mau berpikir atau mau menjadi golongan manusia yang mengikuti kebenaran maka disaat kita disuruh untuk memilih apakah kita mengakui dengan keyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Pencipta sekaligus berhak mengatur kehidupan ummat manusia atau mengakui bahwa Allah SWT hanya mencipta kemudian kita bisa berlepas diri dengan aturan Allah SWT, maka tentu kita akan memilih opsi yang pertama. Allah SWT adalah Sang Khaliq (Maha Pencipta) dan berhak mengatur kehidupan manusia, karena tidak ada aturan yang baik dan benar buat makhluk kecuali datang dari penciptanya. Karena mustahil pencipta tidak mengetahui apa yang terbaik bagi ciptaannya atau ingin menjerumuskan ciptaannya ke dalam keburukan.
Indonesia milik Allah SWT karena Allah SWT-lah yang menciptakannya, maka mari berhukum pada aturan Allah SWT, campakkan perilaku, pemikiran sekularisme, tolak seluruh hukum buatan manusia karena hukum buatan manusia terbatas. Wallahu a’lam.