Suatu ketika ada seorang teman saya menceritakan bahwa ia dalam seminggu ke depan akan sibuk. Setelah saya tanya lebih lanjut maka ia mengatakan bahwa saya bersama teman-teman yang sibuk untuk mengumpulkan dana atau donasi untuk Palestina. Pembicaraan punberlanjut hingga ia bertanya balik, kalau Anda apa yang akan anda lakukan untuk rakyat Palestina..?
Cuplikan cerita di atas akan saya jawab dalam tulisan ini, menjawab apa yang harus kita berikan untuk Palestina. Sebenarnya sebelumnya, saya sudah menulis terkait dengan persoalan Palestina. Anda dapat membacanya dalam postingan saya Pray For Gaza Save With Khilafah and Jihad
Tulisan ini saya buat untuk lebih mempertegas terhadap solusi yang akan kami berikan selanjutnya.
Dua Bantuan Ini Yang Diperlukan Palestina
Source: http://www.juancole.com/images-ext/2010/03/map-story-of-palestinian-nationhood.jpg
Sebenarnya persoalan Palestina dan Israel sudah puluhan tahun terjadi dan sampai sekarang ini belum ada solusi tuntas untuk persoalan ini. Tidak sedikit bantuan yang telah diberikan ummat Islam pada khususnya dan dunia pada umumnya terhadap persoalan yang menimpa rakyat Palestina. 
Ummat Islam telah menyikapi persoalan Palestina dalam bentuk bantuan dana, bantuan medis, obat-obatan, makanan, pakaian. Namun, mereka seolah lupa bahwa ada dua bantuan yang ternyata lupa mereka berikan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikan persoalannya?
Bantuan Pertama adalah Senjata.
Belum pernah kita dengar bahwa ummat Islam dan masyarakat dunia yang mengutuk penyerangan rakyat Palestina oleh Zionis Israel, mereka mengumpulkan bantuan berupa perlengkapan senjata untuk membantu tentara-tentara Palestina.
Bantuan Kedua, Tentara.
Sama dengan item pertama, bantuan bala tentara umat Islam tidak pernah kita dengar datang ke Palestina dalam rangka membantu ummat Islam yang dibunuh dan dibantai disana. Mereka lupa atau bahkan tidak berani memberi bantuan bala tentara untuk membantu Palestina. Padahal jelas, tanah Palestina sedang terjadi perang. Perangnya pula melawan musuh ummat Islam. Tetapi kenapa mereka tidak mengirimkan bantuan berupa tentara. Logikanya bahwa rintangan fisik tentu membutuhkan bantuan berupa kekuatan fisik pula, itu yang utama.
Lantas apa yang terjadi dengan ummat Islam?
Sebagian besar umat Islam beserta para penguasa negeri Islam hanya berharap kepada tentara perdamaian PBB. Mereka hanya berharap badan persatuan bangsa sedunia ini dapat membantu, namun kenyataan hari ini mereka hanya sekedar melakukan ‘acting’ seolah-olah membantu rakyat Palestina tetapi sampai detik ini belum ada hasil dari apa yang diharapkan dari PBB.
Tentu kita tahu bahwa, Israel dan PBB merupakan dua hal yang tidak bisa dibedakan. PBB hanyalah lembaga dunia yang di stir oleh kepentingan Amerika Serikat, dan Amerika Serikat adalah saudara bagi Israel. Melanggar atau mencegah kepentingan Israel terhadap tanah Palestina maka sama saja mengusik Amerika dan PBB. Maka adalah sebuah harapan palsu jika berharap pada PBB untuk menyelesaikan persolan Palestina.
Apa yang terjadi dengan bantuan dana dan logistik ummat Islam?
Penggalangan bantuan media, logistik dan dana untuk Palestina sama terkatung-katungnya dengan rakyat Palestina. Bantuan medis dan logistik yang telah dikumpulkan oleh ummat Islam tanpa follow up yang jelas membuat bantuan itu hanya terhenti di perbatasan antara Palestina dengan Mesir. Pihak Israel dengan sangat mudah memboikot bantuan tersebut dan kalaupun sampai pada penduduk Palestina maka jumlahnya akan sangat sedikit dengan penjagaan yang sangat ketat.
Kenyataan itu bisa kita simpulkan bahwa persolan Palestina tidak akan selesai dengan solusi dramatis tak berujung. Solusi palestina tidak akan selesai dengan kepura-puraan tentara perdamaian PBB. Persoalan Palestina tidak akan selesai hanya mengumpulkan donasi namun hanya bisa berkumpul dan terhenti di luar tembok kota Gaza dan Tepi Barat Palestina.
Lantas apa solusinya?
Solusi yang bisa menyelesaikan persoalan Palestina adalah dua buah bantuan yag sering dilupakan ummat Islam yakni bantuan senjata dan tentara. Dua bantuan inilah yang diperlukan Palestina.
Bagaimana cara mendatangkan tentara dan senjata itu?
Tentara ummat Islam merupakan salah satu tentara yang paling banyak di muka bumi ini. Jumlahnya sangat banyak, namun tentara ummat Islam tersebut membutuhkan komando dari penguasa negerinya. Namun, apa daya komando tersebut terhalang oleh sekat pemikiran merusak nasionalisme dan tunduknya mereka pada lembaga internasional, PBB.
Persoalan Palestina akan selesai jika ummat Islam bersatu dalam satu komando kepemimpinan yang akan taat pada satu perintah untuk membebaskan Palestina.
Mungkinkah Lahir Pemimpin yang Didengar dalam Sekat Nasionalisme ?
Sesuatu yang kuat dan besar akan lemah jika dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil. Begitulah kondisi ummat Islam hari ini, tubuh mereka yang satu kemudian dikoyak-koyak menjadi bagian kecil dan lemah dengan paham nation state (negara bangsa).
Berharap pada penguasa yang berpaham nation state tidak akan membuahkan apa-apa. Bagian yang lemah menyerang hegemoni tidak akan pernah berhasil selain menyatu dan membentuk satu komando.
Komando yang Satu dari Khilafah?
Harus diketahui bahwa ummat Islam akan bersatu dalam satu komando jika hanya dipimpin oleh satu pemimpin. Kejadian seperti ini bisa kita lihat pada masa lalu. Bagaimana ummat Islam adalah ummat yang disegani karena masih berada dalam satu kepemimpinan.
Kepeimimpinan yang satu itu itu bukan lahir dari nation state. Nation state hanyalah alat pemecah persatuan ummat Islam. Persatuan umat Islam hanya akan berwujud dengan menghilangkan dan mencampakkan paham nation state dan bersatu dalam satu negara, daulah khilafah Islamiyah.