Bismilallahir rahmanir rahiim….

Demokrasi Sistem Buatan Yahudi, Mustahil Khilafah Tegak Lewat Jalan Demokrasi

Demokrasi Sistem Buatan Yahudi, Mustahil Khilafah Tegak Lewat Jalan Demokrasi
Sistem pemerintahan yang diterapkan di Indonesia adalah sistem pemerintahan demokrasi. Tidak hanya di Indonesia, jamak dan banyak negara-negara yang ada di dunia ini kemudian ikut menerapkan, mengamalkan demokrasi dalam sistem pemerintahan mereka. Termasuk di negeri-negeri muslim.
Namun, masih sedikit diantara mereka yang sadar bahwa sistem pemerintahan demokrasi adalah sistem buatan Yahudi. Sistem ini sengaja dibuat, disebarkan, dan disuntikkan paksa orang-orang Yahudi ke tubuh ummat Islam untuk menguasai ummat Islam. Amerika Serikat dan kafir barat lainnya hingga saat ini masih bisa eksis di tengah berbagai macam krisis yang dialaminya dikarenakan masih diterapkannya demokrasi di tengah-tengah mereka. Tiada yang bisa memperpanjang umur peradaban rusak mereka, kecuali dengan jalan berusaha melanggengkan dan menyebarkan paham demokrasi yang rusak dan kufur.
Sebuah video menarik diunggah, diupload di Youtube memaparkan bagaimana kebusukan sistem pemerintahan Yahudi dan bagaimana utopianya menerapkan dan mewujudkan sistem pemerintahan Islam “Khilafah” dengan jalan demokrasi. Video ini dijelaskan oleh Ust. Budi Ashari, Lc., seorang pakar sejarah Islam. Beliau juga merupakan pembawa acara Khilafah di Trans 7. 
Berikut potongan ceramah Ust. Budi Ashari, Lc. mengenai Demokrasi Sistem Buatan Yahudi, Mustahil Khilafah Tegak Lewat Jalan Demokrasi

Ust. Budi Ashari, Lc, Pembawa Acara Khalifah di Trans 7 dalam video ini mengatakan:

  1. Demokrasi itu Sistem Yahudi, maka mustahil bisa menegakkan Khilafah dengan menggunakan sistem Yahudi. Menegakkan Khilafah harus memakai cara-cara Nubuwwah (yang sesuai metode Kenabian)
  2. Anda jangan heran jika sekarang ini sangat sering orang-orang menucapkan dan mendengar kata “Khilafah” siapa pun yang mengucapkannya dan dari kelompok manapun. Jangan heran, karena memang sekaranglah masanya Khilafah itu.
  3. Maka tugas kita sekarang adalah bukan menunggu Khilafah itu tegak, tapi kitalah yang harus menempuh jalan Nubuwwah untuk Menegakkan Khilafah ‘ala minhajinubuwwah (Khilafah yang sesuai dengan jalan Kenabian).

Semoga semakin banyak lagi asatidz dan ulama-ulama yang sadar akan kebobrokan dari sistem pemerintahan demokrasi. Sehingga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, ummat. Kesadaran akan kerusakan ini akan memperkuat keinginan mereka untuk beralih kepada sistem pemerintahan Islam yang dijanjikan, khilafah ‘ala minhajinubuwwah (Khilafah yang sesuai dengan jalan Kenabian).
Wallahu a’lam. []