Menjaga dan memelihara kesehatan adalah sesuatu yang murah. Malahan

Loh kenapa bisa murah? Ini berangkat dari mindset “Kesehatan itu murah, yang mahal itu adalah sakit”.

Sedang pemahaman yang banyak dipahami adalah kesehatan itu mahal. Kalau sehat itu mahal, berarti sakit itu lebih mahal lagi.

Tanpa kita sadari, ada beberapa aktivitas, amalan, perkara sunnah, bahkan perkara wajib yang di syariatkan oleh Allah SWT bisa mendatangkan, memelihara dan menjaga kesehatan.

Jika anda seorang pengemban dakwah, berikut hal-hal yang kelihatannya kecil namun bisa meningkatkan taraf kesehatan:

1. Tidur Lebih Awal
Anjuran tidur diawal malam adalah perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam riwayat disebutkan bahwa, Rasulullah SAW tidak menyenangi banyak berbicara pada malam hari. Selepas shalat Isya, Rasulullah SAW bersegera untuk tidur. Pasangan dari tidur di awal malam adalah bangun lebih awal atau bangun di sepertiga malam terakhir. Ini adalah pola hidup yang menyehatkan.

Dalam riset kesehatan, pembentukan sel darah manusia berakhir pada sekitar jam 2 dini hari. Pembentukan sel darah merah yang optimal, bisa meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit. Tentu hal ini akan membuat anda lebih bugar dan lebih fresh. Makanya begadang, tidak terlalu dianjurkan jika tidak ada hal yang mengharuskan untuk begadang. Hendaknya anda berusaha untuk konsisten tidur lebih awal untuk bangun lebih awal.

2. Makan Malam Diantara shalat Maghrib dan Isya
Kelihatannya ini perkara biasa. Sudah lumrah dilakukan dalam keluarga yang serba teratur. Namun, ini berbeda bagi sebagian kalangan, termasuk pengemban dakwah di dunia kampus. Anda bisa membayangkan secara sepintas kehidupan mahasiswa, termasuk pola makannya. Tidak teratur. Tapi, no problem. Sekarang anda bisa hijrah kekebiasaan baru yang lebih sehat ini. Dan yang sudah melakukan hal ini, bisa mempertahankan kebiasaan baik ini.

Makan malam antara shalat Maghrib dan Isya secara medis sangat dianjurkan. Hal ini berkaitan dengan ritme tubuh dalam mencerna makanan. Dalam ilmu gizi, diajarkan bahwa terdapat waktu-waktu organ pencernaan melakukan proses pencernaan secara maksimal dan kapan organ pencernaan tidak bekerja optimal.

Makan malam antara Maghrib dan Isya membuat proses pencernaan makanan berjalan dengan optimal. Makanan bisa dicerna secara maksimal, hal ini dikarenakan organ pencernaan masih berada pada ‘waktu’ yang tepat untuk mencerna makanan. Beda jika anda makan malam terlampau malam, have a supper. Hal ini bisa membuat makanan yang dikonsumsi tidak bisa dicerna secara optimal hingga pada akhirnya nutrisi makanan tidak terserap dengan baik.

3. Mematikan Lampu saat Tidur
Dalam hadits disampaikan adab atau tata cara tidur seorang muslim. Termasuk anjuran dari Rasulullah SAW untuk memperhatikan pintu dan jendela sebelum beranjak tidur. Hendaknya dipastikan dalam keadaan tertutup dan terkunci. Termasuk, anjuran untuk mematikan pelita. Nah, untuk zaman sekarang tentu sudah jarang manusia memakai pelita. Lampulah yang menjadi pengganti pelita tersebut.

Agar Tetap Fit dalam Berdakwah, Jangan Remehkan 9 Hal Kecil Berikut 1

Mematikan lampu saat tidur malam bisa meningkatkan taraf kesehatan. Ini adalah kebiasaan yang baik. Tubuh akan lebih optimal dalam memproduksi zat kekebalan tubuh dalam kondisi gelap. Selain itu, dalam riset tentang aktivitas otak oleh para ilmuwan yang menekuni otak dan aktivitasnya dilaporkan bahwa otak akan tetap bekerja saat anda tidur jika anda menyalakan lampu.

Sebaliknya, otak akan beristirahat, mengumpulkan dan menyusun kembali memori selama seharian penuh secara optimal jika pada saat anda tidur anda tidak menyalakan lampu. Tentu, hal ini akan berakibat positif terhadap jumlah informasi yang dapat disimpan.

Tidur juga membuat aktivitas otak berisitirahat. Diketahui bahwa jika manusia menggunakan otak  untuk berpikir, hal ini sama saja dengan menggunakan sebanyak 20% energi dalam tubuh. Dan setidaknya sekitar 80% oksigen dalam tubuh digunakan untuk menyuplai kebutuhan oksigen otak.

4. Wudhu sebelum Tidur
Bagi masyarakat modern, insomnia banyak mengganggu mereka. Insomnia adalah suatu keadaan susah tidur, dan kalau pun bisa tidur biasanya kualitas tidur ‘nyenyak’-nya tidak bisa optimal.

Salah satu anjuran sederhana untuk bisa tidur lebih nyaman adalah dengan membersihkan tubuh. Wudhu sebelum tidur yang merupakan pola hidup Rasulullah SAW dan bagi ummat Islam merupakan sunnah untuk mengikutinya ternyata dalam dunia kesehatan berkorelasi positif.

Wudhu secara kasat mata, bisa membersihkan sebagian besar anggota tubuh. Mulai dari tangan, mulut, hidung, wajah, rambut hingga kaki dengan sapuan air bisa membersihkannya dari kotoran yang menempel. Kualitas tidur bisa semakin meningkat dengan kondisi tubuh yang bersih sebelum tidur.

5. Posisi Tidur
Seorang muslim, tidak asal tidur jika ia mengetahui dan mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah SAW saat tidur. Termasuk yang dipelajari adalah posisi tidur Rasulullah SAW. Rasulullah SAW disaat tidur, menghadapkan muka dan tubuhnya ke arah kiblat. Posisinya seperti orang yang dishalat jenazakan. Lain daripada itu, memang tidur disejajarkan sebagai mati kecil.

Secara kesehatan, tidur menghadap kiblat bisa meningkatkan kesehatan. Temuan riset kesehatan bahwa tubuh yang searah kiblat memiliki gaya magnetis yang kuat. Korelasinya bisa membuat kesehatan tubuh meningkat.

Selain itu, posisi tidur menghadap kiblat membuat tubuh bagian kanan yang akan berada di atas. Ini membuat posisi lambung berada pada bagian bawah. Lambung tidak tertekan karena serarah dengan posisi fisiologisnya. Sehingga proses pencernaan makanan bisa berjalan dengan optimal.

Lebih daripada itu, tidur pada posisi sebelah kanan juga telah terbukti mampu membuat fungsi jantung bekerja dengan baik. And

6. Shalat Malam
Sudah banyak penelitian kesehatan yang disampaikan tentang efek shalat bagi kesehatan. Satu yang terpenting yang penulis sampaikan adalah sirkulasi darah ke otak bisa berjalan dengan optimal dengan sujud yang kita lakukan.

Sirkulasi darah ke otak yang optimal bisa membuat kinerja otak berjalan dengan baik. Tentu kita tidak bisa berpikir mendalam apalagi berpikir cemerlang ‘mustanir’ jika organ utama untuk berpikir itu mengalami kendala karena tidak bisa bekerja dengan optimal.

Untuk bisa shalat malam, yang harus kita lakukan kembali ke point pertama tadi yakni tidur lebih awal untuk bangun lebih awal.

Selain itu, dalam shalat malam biasanya kita membaca bagian surat dalam Al Quran yang panjang atau yang kita sukai. Shalat malam yang merupakan sunnah muakkad, dianjurkan untuk dilakukan secara sendirian. Namun, tidak mengapa juga jika dilakukan secara berjamaah. Di saat mendirikan shalat malam dengan sendirian, kita bisa membaca surah yang lebih panjang dibandingkan saat shalat wajib. Bisa mengulangi hafalan kita dan menajamkan pemahaman kita.

Menjadi suatu rahasia yang tidak bisa disembunyikan lagi bahwa shalat malam dan mengulang kembali hafalan kita bisa meningkatkan daya ingat kita terhadap sesuatu. Banyak diceritakan dan disampaikan bagaimana kekuatan mengingat para hafidz Qur’an. Ini adalah karunia yang diberikan oleh Allah yang konsisten menghafal Quran.

Keajaiban ini tidak bisa kita temukan pada buku atau kitab lain. Buku pelajaran yang berusaha kita hafal sedemikian rupa tidak akan memiliki efek yang sama seperti bagaimana kita menghafal Al Quran yang bisa meningkatkan daya ingat.

Secara fitrahwi, otak menyenangi jika ia dipakai. Dipakai dalam hal ini adalah berpikir. Dalam dunia riset otak, dikatakan kaidah umum bahwa ‘Gunakanlah atau engkau akan kehilangannya’. Otak yang sering digunakan untuk aktivitas berpikir, mengingat, menghafal bisa meningkatkan sambungan neuron untuk saling terkait satu sama lain. Semakin neuron itu berkembang dan saling bersambung satu sama lain, maka kinerja otak dalam berpikir akan semakin membaik.

Beda disaat otak itu jarang digunakan untuk berpikir, membuat neuron dalam otak akan mati sehingga sambungan antar neuron akan bermasalah. Korelasinya, proses berpikir dan menghubungkan antara satu fakta dengan fakta lain akan semakin sulit.

7. Minum Air Putih setelah Bangun Tidur
Minum air putih selepas bangun tidur bisa menjaga kesehatan anda. Hal ini dikarenakan, dalam proses pencernaan makanan akan terdapat sisa makanan yang bisa saja masih menempel dalam organ pencernaan. Segelas air selepas tidur yang anda minum bisa membersihkan organ pencernaan anda.

Dalam Islam, adab jika seseorang minum adalah dengan duduk. Minum dengan cara duduk lebih disukai Rasulullah SAW dibandingkan minum dengan berdiri. Dalam dunia kesehatan pun, sangat dianjurkan bagi seseorang untuk minum dalam kondisi duduk. Hal ini dikarenakan, minum dalam posisi duduk sesuai dengan bentuk fisiologis organ pencernaan. Dalam kitab Zaadul Maad, Ibnu Qayyim Al Jauzia menyatakan bahwa minum dengan cara berdiri membuat air lebih cepat masuk dalam organ pencernaan sehingga kurang baik bagi kesehatan.

Bagi anda yang ingin  meningkatkan kesehatan dalam taraf lebih lanjut, bisa menggunakan sesendok madu dalam air putih. Rasulullah SAW sangat menyenangi mengkonsumsi madu. Termasuk memasukkan madu ke dalam air putih untuk dikonsumsi. Penulis sendiri selalu menggunakan cara ini.

8. Membaca Quran
Pada umumnya pengemban dakwah, dianjurkan untuk membaca Al Quran dalam sehari minimal satu lembar atau beberapa lembar. Kebiasaan ini berkorelasi nyata dengan tingkat kesehatan yang bisa diraih. Membaca Quran di waktu pagi bisa meningkatkan kesehatan mata. Anda bisa terhindar dari rabun jika konsisten membaca Al Quran di waktu pagi.

Selain itu, membaca Al Quran juga bisa meningkatkan kinerja otak. Dalam riset dunia Barat, otak sangat suka sesuatu yang unik dan kreatif. Tulisan Arab termasuk tulisan yang disenangi oleh otak anda. Termasuk, cara penulisan ayat Al Quran dari kanan ke kiri, beda dengan tulisan latin yang sekarang anda baca ternyata itu sesuai dengan kinerja otak. Otak menyukai hal-hal yang sifatnya kanan, misalnya tulisan yang dimulai dari kanan ke kiri. Patut anda perhitungkan.

9. Puasa Sunnah
Mungkin bagian ini tidak terlalu saya eksplor karena pada umumnya kita sudah tahu manfaat puasa bagi kesehatan. Dalam hadits dikatakan bahwa berpuasalah engkau, maka engkau akan sehat.

Bagi pengemban dakwah, biasanya memiliki kebiasaan positif untuk berpuasa sunnah, dalam hal ini puasa Senin dan Kamis, dan beberap puasa sunnah lainnya. Bukan sekedar anjuran sunnah, namun hal juga baik untuk kesehatan anda.

Penutup
Itulah beberapa kebiasaan, adab, amalan shalih yang terlihat sederhana namun sangat mempengaruhi eksistensi kesehatan kita. Bagi kita, bukan karena alasan kesehatan kita melakukan ibadah yang seperti saya sebutkan di atas. Karena dalam perkara ibadah shalat, makanan serta pakaian tidak ada illat di dalamnnya.

Bukan karena kesehatannya yang membuat kita shalat wajib maupun sunnah, berpakaian ini dan itu serta mengkonsumsi ini dan itu, tetapi semata hal itu karena perintah, anjuran dan amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Adapun jika ada korelasi positif terhadap kesehatan kita, maka kita anggap itu sebagai bagian dari hikmah perintah Allah SWT dan RasulNya.

Semoga dakwah kita semakin joss, karena segala hal demikian sangat dekat dengan dunia keseharian anda wahai pengemban dakwah. Kita perlu sehat untuk memaksimalkan diri dalam, kontribusi lebih banyak dan lebih berarti. Semoga informasi mengenai kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan agar tetap fit dalam dakwah berguna bagi anda. Wallahu ‘alam.